Taman Soekasada Ujung Karangasem: Sisi Lain Tujuan Wisata di Bali

Standard

Bali memang identik dengan objek wisata Pura-nya. Dari yang terletak di tengah Danau Beratan (Pura Ulun Danu), di kaki Gunung Agung (Pura Besakih) maupun di bibir tebing (Pura Luhur Uluwatu), you name it lah, dimana ada Pura, disitu bisa jadi objek wisata😀 Tapi, bagi keluarga yang mulai bosan mengunjungi pura (seperti kami ini😀 ), di Bali juga terdapat objek wisata yang tak kalah menarik dan menantangnya.

Menantang, karena untuk menuju objek wisata ini, dibutuhkan waktu sekitar 2 – 3 jam dari areal Jimbaran, dengan kondisi jalanan berliku-liku yang membelah perbukitan, dan berbagi jalan raya dengan deretan truk pengangkut pasir/batu kali dan juga babi liar yang berseliweran seenaknya nyebrang.
Jujur saja, untuk kondisi menantang seperti ini, saya tidak yakin akan sanggup menjalaninya bila harus menyetir mobil sewaan sendiri *nyali cere :D*. Untuuung kali ini, kami memutuskan untuk menyewa mobil plus supirnya *dadah dadah sama peta*😀

Obyek wisata tujuan kami ini tergolong amat menarik, karena terletak di sebuah teluk yang dikelilingi perbukitan yang hijau dan sejuk, namun terbuka bebas menghadapi lautan lepas yang tenang-tenang menghanyutkan.

Apa sih obyek wisatanya?
Namanya Taman Soekasada Ujung Karangasem. Letaknya memang di daerah timur Bali yang cukup jauh, di Kabupaten Karangasem. Menurut Pak Widi, pengantar kami, hanya sedikit orang yang mengetahui keberadaan taman ini, selain karena jaraknya yang jauuuh dan jalanan yang berkelok-kelok, daerah laut sepanjang Karangasem ini mayoritas hanya diperuntukkan bagi mereka yang gemar diving. Karena disini ada banyak spot-spot diving menarik. Sehingga memang turis yang ke daerah ini, adalah mereka yang punya tujuan utama: diving. Oow….
Pantas saja jalanannya suepiii tenanan, cenderung syerem juga kalo kesorean di tengah hutan antah berantah begitu, puuun jalanannya sempit yeee. Bae-bae kecemplung jurang kalo telat belok sekian detik😀

Taman Soekasada Ujung Karangasem ini ternyata dulunya adalah kompleks peristirahatan Raja Karangasem yang bernama Raja I Gusti Bagus Jelantik. Kondisinya memang tidak lagi megah seperti jaman dulunya, karena berdasarkan literatur sejarahnya, kompleks ini pernah hancur karena letusan Gunung Agung di tahun 60-an. Beruntung, pemerintah kabupaten Karangasem secara bertahap mencoba untuk memugarnya kembali, demi pelestarian budaya dan juga memberikan pilihan tujuan wisata bagi mereka yang bosan dengan Pura dan Pantai, seperti kami ini😀

tampak atas - sumber: http://denpasarcultures.blogspot.com

tampak atas – sumber: http://denpasarcultures.blogspot.com

Untuk masuk ke kompleks taman yang cantik ini, pengunjung akan diarahkan untuk memasukinya melalui gerbang dekat parkiran, dimana kita harus membeli tiket masuk seharga Rp20.000,00/orang (anak kecil tidak dihitung), lalu menyebrangi jembatan panjang, dengan kolam-kolam ikan dibawahnya, menuju kawasan utama taman.

Nah, di kawasan utama taman ini, terdapat sebuah danau buatan yang cukup luas dan dipagari patung-patung tokoh pewayangan bali. Danaunya dihiasi dengan teratai dan beberapa ekor angsa putih yang jangan coba-coba didekati kalau tidak ingin disosor😀
Di atas danau inilah rumah utama peristirahatan itu dibangun yang untuk mencapainya, kita harus menyeberangi danau melalui jembatan sempit.

Bangunan utama rumah peristirahatan ini sendiri memang tidak luas. Hanya terdiri dari 4 kamar yang saling berhadapan, dilengkapi dengan 2 buah teras yang terletak di depan dan di belakang rumah, menjadi penyambung jembatan sebrang tadi.

rumah peristirahatan utama

rumah peristirahatan utama

Setting lokasi taman ini memang cucok sekali untuk foto-foto keluarga besar. Itung-itung latihan menjadi keluarga kerajaan yang lagi beristirahat di villa deh yaa *ditendang raja ke kolam😛 *

one big happy (royal) family :D

one big happy (royal) family😀

Selain bangunan utama tersebut, sebenarnya taman ini masih memiliki beberapa spot yang menakjubkan dan breathtaking. Literally breathtaking! Karena memang untuk menujunya diperlukan cadangan kaki dan paru-paru, mengingat harus menanjaki sekian ratus anak tangga. Maklum, kontur tanahnya berbukit ya bow.

Salah satu spot yang menarik, dan menjadi tujuan utama taman ini, sebenarnya saat ini sudah berupa puing pilar berjumlah 10/12 yang berbentuk lingkaran disebut sebagai Bale Kapal. Bentuk pilarnya mengingatkan saya pada bentuk Pathenon di Yunani (emang udah pernah kesana bu???😀 )
Bale Kapal ini terletak jauuuh tinggi di atas sana, sehingga merupakan spot paling oke untuk menikmati kecantikan seluruh bagian taman serta menyaksikan langit dan laut berkecupan mesra di ujung cakrawala sana.
Spot sakti andalan untuk prewed sih sebenarnya😀

bale kapal sumber: http://wherewasitshot.com

bale kapal
sumber: http://wherewasitshot.com

Sayangnya, saat kemarin, saya tidak menyempatkan diri untuk mendakinya, dikarenakan keterbatasan waktu (alaaa, bilang aja faktor U!!!😀 )

Beberapa spot menarik lain juga terdapat di kompleks taman ini, yang gak kalah menyiksanya karena kembali harus menanjaki anak tangga, sehingga saya memutuskan untuk tidak menjelajahinya, setelah melihat gumpalan awan hitam yang berarak di langit atas.
(keluarga kerajaan macam apa sih Raja Karangasem ini, bikin villa kok nyiksa diri pake manjat-manjat segala! *kibas rambut* :P)

Menurut Pak Widi, jaman dahulunya, untuk menuju ke rumah peristirahatan ini, diperlukan waktu berhari-hari dan harus menaiki kuda. Ya salam aja sih kalo jalan kaki mah😀

Nah, tak jauh dari lokasi Taman Ujung ini, sebenarnya ada lagi taman yang tak kalah spektakulernya, yaitu Tirta Gangga, juga masih merupakan kompleks peristirahatan Raja Karangasem. Sayang sekali, kemarin cuaca sedang tidak mendukung. Hujan deras mengguyur Bali. Gak seru ya, maen-maen di taman bawa-bawa payung gitu, bae-bae kepleset nyemplung kolam yaaa😀

Tak apa, suatu saat nanti, saya akan kembali ke Karangasem lagi, mengunjungi taman Tirta Gangga dan Taman Ujung ini, dan tentu saja pada saat itu, saya HARUS menanjaki anak tangga, menikmati ketinggian dari Bale Kapal Taman Ujung. HAAARUUUSS. Aamiiin.

Psst, jangan takut untuk kelaperan dan gak nemuin restoran layak dengan menu yang syyedap, karena di daerah ini, ada restoran dengan menu guramenya yang enaaak deh. Penasaran kaaan?😛

 

note:

mohon maaf koleksi poto pribadi tidak banyak, jadi terpaksa nyomot dari kolesi Mbah Google. tapi ditulis kok sumbernya dari mana😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s