Cerita Waktu

Standard

Time flies.
Sudah sekian bulan lamanya banyak cerita yang tak sempat terlukiskan disini akibat ragam alasan yang kesemuanya berhulu pada satu masalah: “waktu senggang

Damn.
Memang kalau ditanya apa yang paling berharga dalam hidup, saya yakin salah satunya adalah “waktu”.
Pernah satu ketika mendapati satu quote yang berkata: the most precious gift for your love one is time, because you can never turn it back
Betul kan?

So what’s the story?
Almost 6 months diving in a new world called multi national company?
Yea, finally, an mnc ya? Is that the object of my goal?
Uhm, not really, but since I’m opened to all new experiences, then why not?
Hasilnya?…. Kelojotan *ngikik geli*
But at least, I have good credit as a good fast-learner here :D *bangga*
Cuma yang gak nahannya: keputusan untuk pindah lokasi kantor, awal taun ini.
Walau lokasi yang baru lebih ke selatan dan sebelahan sama mol yang udah tiga babak aja ya tuh mol, tapi tetep aja itu lokasinya bukan lokasi favorit semua umat manusia, kecuali mereka yang domisilinya di daerah selatan Jakarte. Daan aksesnya itu loh yang kurang bervariasi, bikin klo stuck kena macet ya cuma bisa berdoa dan enjoy the traffic aja lah yaaa *cengir pasrah*
But anyway it’s not the biggest issue lah yaa. Klo gak memungkinkan yaa, selalu ada jalan keluar kok. Biasanya sih papannya warna ijo gitu *lho?*

Lalu cerita lain?
Hmm, 5 months living in a studio room and keep it a secret to the co-workers for I don’t want to work overtime everyday and not get paid…?
Yea, that’s too.
Setelah melewati bulan-bulan pertama dengan pulang tengah malem dan berangkat kelar adzan Subuh, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk kos. Ambruk juga ya boow.
Byebye lah rencana nabung setengah gaji bwt kluyuran traveling, hihi. Gak apalah yaa, yang penting bisa kluyuran enjoying me and my husband quality times tiap abis kantor, dan gak perlu berangkat barengan tukang sayur lagi hmm…
Lalu kenapa gak mw bilang-bilang sama orang sekantor? Adalah karena saya tidak ingin sisi loyalitas saya yang termasuk diatas rata-rata ini dimanfaatkan dan diexploitasi semena-mena oleh mereka yang berjiwa kolonialism ituuuh. Sudah cukup sepertinya kehadiran 2 jam lebih awal dari jam masuk, setiap hari dan tak perlulah ditambah dengan 2-3 jam tambahan setelah bel pulang, kecuali masa-masa genting payroll ya dharleengs *kibas rambut*
Selebihnya? Saya hanya ingin menikmati quality times with my love one yaa😀

But anyway, despites all the dramas happen in my life lately, I still have good sneaking times in experiencing good tastes, good views, and also good vibes every once in a while.

So no matter how frantic your life is, it’s pretty wise to enjoy every single minute you pass by.
For it can never be turned back.
Right?

 

Cheers to time!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s