Kampung Sampireun Garut – A Hidden Treasure for The Honeyz

Standard

(baca cerita sebelumnya dulu ya)

Waktu memutuskan untuk mengambil paket hanimun di Kampung Sampireun, saya dan suami sama-sama buta tentang tempat yang satu ini. Jangankan tempatnya, kota Garut aja seperti apa saya tidak pernah tahu. Paling banter, saya hanya melewatinya saat perjalanan ke Jawa lewat Nagrek, e tapi itu kan udah berlalu dari sejak saya masih piyik yaaa.

Alhasil, berbekal print peta dari situs Kampung Sampireun, patokan kami menuju Kampung Sampireun hanya: pokoknya sampe Garut dulu deh, baru cari papan petunjuknya. Toh kalo bingung-bingung ya tinggal telpon aja minta dijemput yak, susah bener😀

Dan ternyatah sodara-sodara, Garut tidaklah serumit Bandung. Yang lebih menyenangkan lagi, papan penunjuk arah menuju Kampung Sampireun pun banyak ditemukan, jadi yaa otomatis peta yang sejak sampai persimpangan Nagrek saya pegangin terus itu, gak banyak gunanya lah😀

Resort ini terletak di kaki gunung… (apa ya namanya? *lupaak :D), jadi ya otomatis perjalanan menuju resort ini berkelok dan menanjak terus dan terus, dan yak jalanannya juga bukan aspal semulus jalanan di Puncak Bogor ya. Kiri-kanannya pun kebanyakan kebun sayur, diselingi sawah, dan tanah kapur. Tapi memang untuk kami yang sehari-hari dikasih lihat kebon pencakar langit, melihat yang kayak gini dilatarbelakangi deretan perbukitan itu kok ya rasanya adyeeem gimanaa gitu ya (norak kali yee😛 ).

Resort Kampung Sampireun ini berada di sisi kiri jalan. Kami harus masuk sekian meter menuju pos penjagaan terlebih dahulu, baru deh meluncur ke lobi resort yang berada agak ke bawah jalanan.

Welcome to Kampung Sampireun :)

Wilujeng Sumping sadayana🙂

Lobi resort ini mengambil konsep terbuka, berbentuk semacam joglo Sunda dengan pilar-pilar kayu yang tinggi. Atapnya pun menggunakan jerami kering. Yang saya suka adalah view lobby ini yang langsung mengarah pada sekumpulan rumah-rumah kayu kecil di atas danau buatan yang dilatarbelakangi oleh hutan pinus kecil.

Gak tau ya, tapi buat saya pribadi, mendadak saya seperti ditarik menjauhi hingar bingar kota besar yang ruwet dan kelima indera saya dimanja dengan segala hal yang berbau pedesaan. Mulai dari gemericik air danau, kecipak pelan rombongan ikan yang berebut serangga yang jatuh di tengah danau, suara retnong (orong-orong) yang teriak menderik-derik di kejauhan, wangi segar kayu pohon dan tanah lembab, sampai sayup-sayup degung Sunda yang menari di telinga.
Buat saya pribadi, that was a kick to start a relaxation journey.

Berbekal printout voucher dari Weddingku, ternyata selain mendapatkan paket yang saya ceritakan sebelumnya disini, ternyata kami juga mendapatkan: photo set hanimun di kitaran danau. Aih maaak!! Tau gitu kan saya bawa kostum banyak😀 (kayak yang punya aja kostum😛 )
Photo set ini dijadwalkan keesokan paginya, supaya pencahayaannya bagus, gitu kata petugas resepsionisnya. Saya sih manggut-manggut aja.

Oiya, setelah cek in, ternyata kami gak langsung dipersilakan ke kamar/villa, tapi diminta menanti tukang kayuh sampan. Hee?? Jadi ternyata, oleh pihak resort, setiap tamunya diarahkan untuk menuju kamar/villanya dengan menjelajahi danau buatan dulu. Nice…

siap-siap mengarungi danau sampireun

siap-siap mengarungi danau sampireun

Duduk-duduk di lobi menunggu kedatangan Pengayuh Sampan, kami menikmati semilir angin yang membelai lembut sambil nyemil rangginang dan membasuh kerongkongan dengan segelas bajigur sebagai welcoming drink and snack itu rasanya refreshing bener deh.

Dan setelah kami berada di sampan, menikmati penjelajahan singkat danau sampireun, kami baru menyadari kalau ada sebuah saung panjang yang ditambatkan di tengah-tengah danau. Menurut Pak Pengayuh Sampan, di saung itu biasanya CandleLight dinner diadakan. Ihiiy, romantisnyooo… (bae-bae kecemplung yaa😛 ) Tapi gara-gara melihat kondisi setting candlelight dinner itu, saya jadi mikir dua kali untuk mengenakan dress pendek, gak cucok yo😀

bersampan dilatarbelakangi saung candlelite :D

bersampan dilatarbelakangi saung candlelite😀

Resort ini ternyata tidak hanya berisi villa berkonsep one bedroom villa yang berbaris rapi mengelilingi danau, tapi juga ada beberapa villa besar berisi banyak kamar untuk keluarga yang terdapat sedikit ke dalam hutan buatan. Kabarnya, resort ini dimiliki oleh 5 orang pengusaha Indonesia, tapi gak tau ya apa masih atau tidak. Luasan resort ini sebenarnya tidak seluas resort yang memiliki lapangan golf, mungkin sekitar 4 hektar ya, tapi entah bagaimana, landscape designernya mampu menyulap tanah berbukit ini terlihat luas dan alami.

Perjalanan singkat menjelajahi danau itu berakhir di sebuah villa di pinggir danau, kalapalua 109, yang jadi tempat peristirahatan (tadinya mau nulis memadu kasih, tapi kok geli banget yaa😀 ) kami. Bangunan villanya memang berkonsep alami, menggunakan perpaduan dinding beton dan bilik dengan lantai kayu, beratapkan jerami kering. Untungnya, maintenance resort cukup baik, sehingga tidak tercium aroma lapuk yang biasanya menghantui bangunan yang menggunakan material kayu/bilik seperti itu.

Saat kami sampai, one bedroom villa itu sudah disetting menjadi honeymoon villa, jadi selain ada sekeranjang kecil welcome fruit (yang ternyata welcome fruit ini selalu disediakan setiap pagi. Pokoknya, kami pulang bawa oleh2 buah 2 keranjang aja :P), sepaket bingkisan, pleeus juga bunga-bungaan di atas tempat tidur (four poster bed) *nyengir geli*.

Dan yang lebih hieets lagi adalah… kamar mandinya. Outdoor boow!! Idiih, kebayang deh, berendem malem-malem sambil mandangin bulan purnama? Cantiknyaaa… (ini beneran, karena pas kami kesitu, paaas lagi bulan purnamaaaaaa, *joged girang* )

Berhubung kami sampai pas waktu makan siang, naga-naga dalam perut otomatis udah demo besar-besaran, ngalahin demo buruh nuntut kenaikan gaji dah. Lalu tanpa ba bi bu kami pun langsung konfirmasi untuk minta jatah makan siang di restoran resort, Seruling Bambu. Kesananya gimana? Ya jalan kaki aja. Ternyata, jalur dari dan menuju villa itu tidak harus melalui danau, tapi juga bisa dilakukan dengan menyusuri jalan setapak yang terletak di sisi lain villa. Jalan setapak ini mengitari danau juga, jadi gak usah bingung harus mengayuh sampan sendiri. Daripada kecemplung ke danau kaaan??😀

Oiya, berhubung di danau ini dihuni oleh ratusan ikan mas yang besar-besar, serunya, pihak resort sengaja menyediakan satu spot khusus di sisi danau dekat lobi yang dinamai “dermaga utama” dimana ada beranda terbuka khusus tempat kita bisa berfoto dengan latar belakang jejeran villa, daaan bermain-main bersama gerombolan ikan-ikan. Seruuuu. Bisa ngasih makan ikan pula.

girang bener neng :D

girang bener neng😀

Restoran resort tempat kami bersantap siang, terletak di jantung hutan pinus. Landscapes hutan pinus resort ini menyenangkan sekali. Ada mata air kecil yang membelahnya dan mengalir menuju danau. Di beberapa spot mata airnya, dipasang bambu-bambuan yang bisa dipakai untuk membasahi kaki atau tangan. Dingiiiiiinnnn deh airnya *ketauan noraknya. Iyalah air gunung mah dingin atuh, neng!!*😀

airnya dingin bangeet :D

airnya dingin bangeet😀

Di restoran ini juga tempat kami menikmati sarapan pagi tiap hari. Walau bisa dianter ke kamar, tapi kami lebih suka menikmati sarapan di tengah hutan gitu. Merasakan hangatnya sinar matahari pagi yang  menembus dedaunan, gericik mata air, nyanyian burung yang bersautan dan yang lebih menambah kesan hutan adalah suara jeritan retnong (orong-orong) yang mungkin mengganggu, tapi ternyata mengasyikkan. Gak tiap hari kan dapet suasana sarapan kayak gitu?? Saya sih suka yang gitu yak😀

Restoran Seruling Bambu ini terbagi jadi dua bagian tempat, di bangunan utama, dan di saung-saung yang tersebar di bagian belakangnya. Untuk makan siang, kami sepakat menikmati di saung-saungan, biar lebih terasa aura ‘sundaan’nya. Sementara untuk sarapan, kami selalu memilih tempat di teras atas bangunan utama, biar lebih… romantis. Aih maak!! *tepok jidat*

Oiya, sebagai catatan penting ya, jangan takut dengan porsi kecil atau kurang kenyang bila Anda memesan paket hanimun, karena menu makan siang yang disediakan itu terdiri dari 2 appetizer, 2 maincourse, 2 dessert, 2 minum juga, yang bebas Anda pilih sesuka hati. Sumpahlah saya dan suami sampe bego gitu kekenyangan😀

Pun halnya dengan sarapan. Kalo suami selalu dengan pilihan Continental atau American Breakfast, kalo saya menyelingi yang bule-bulean dengan Indonesian, seimbang ya? Walau bukan buffet breakfast, tapi kami senang menghabiskan waktu cukup lama untuk sarapan saja disini. Selain karena memang suka dengan setting tempatnya, juga karena porsinya yang melimpah. Kayak gak abis-abis deh roti-roti itu dicemilin berdua😀

sarapan yang udah abis setengahnya :D

sarapan yang udah abis setengahnya😀

Di lokasi hutan pinus ini, selain ada restoran Seruling Bambu, terdapat juga villa/cottages yang memiliki kamar dengan jumlah banyak, untuk mengakomodir liburan keluarga besar, café dan juga sebuah warung. Warung? Iya, seperti warung kopi di kampung-kampung gitu. Lucuuuk deh.

Oiya, menjelang sore, di resort ini juga menyajikan sajian seru yang cukup menghibur yaitu Calung, semacam kesenian khas Sunda, yang diadakan di dermaga utama. Seru. Bisa ditonton dari beranda kamar yang menghadap danau, sambil menikmati afternoon snack serabi dan kopi/teh yang selalu diantarkan ke kamar kami dengan sampan. Psst, afternoon snack ini gratis loh.

di dermaga cinta #eeh dermaga utamaaaa :P

di dermaga cinta #eeh dermaga utamaaaa😛

Kalo soal suplai makanan, kayaknya ini resort emang musti diacungin jempol. Pasalnya, ditengah kebengongan kami malam-malam gara-gara perut yang kelaperan, mendadak ada ketukan di pintu, ternyata ada mas-mas nganterin sekoteng dan kue-kue. Yak ampyuuun…. Tau aja dia kalo kami kelaperan😀

So far sih, kalau boleh saya bilang, pilihan ber-hanimun di kampung sampireun waktu itu memang jadi pilihan tepat buat kami, selain suasananya yang memang didisain sedemikian rupa sehingga mendukung keromantisan yang dibutuhkan dalam ber-hanimun ria, staf resort sendiri juga ramah dan benar-benar menjaga ke-private-an kami, sehingga walau judulnya resort, kami tetap berasa berada di rumah sendiri. Yuk mareee, ini sih lebay skali ya, rumah sendiri seluas 4 hektar dilengkapi danau dan taman spa??? Hyuuk ngayaall!!😀

Mungkin waktu dulu, satu-satunya kekurangan yang kami rasakan di resort itu hanya…… gak ada tivi bow di kamar. Sampai suami harus merelakan ponselnya berubah fungsi jadi mp3player tiap malem, demi memuaskan kebutuhan kami atas sebuah hiburan😀

Tapi itu kan taon 2011 lalu ya, mungkin kalo sekarang sih, udah ada tivi-nya. Well, at least lumayanlah mengisi kebengongan di kamar. Kan gak mungkin dong bengongnya diisi dengan ngitungin ikan di danau, jereng-jereng dah mata ntar😛

Jadi, buat yang mau berhanimun-hanimun ria dan masih bingung kemana kira-kira tujuan yang asoy, tapi kepentok budget, maupun waktu cuti yang singkat dan pengen yang romantiis tis tiiissss, gak ada salahnya sih mempertimbangkan Kampung Sampireun ini. A trully hidden treasure for the honeyz lah. Yang pasti, selain romantisnya dapet banget, perut pun terjamin lah kepuasannya *ngikikngikik*

Eh, tunggu duluuu, bagaimana dengan spa-nya, kan sebelumnya dibilang ada spa Taman Sari Royal Heritage ya. Uhmm, ceritain gak yaaaa……. *khikhikhik*

sampan cinta :D

sampan cinta😀

Cheers!!!

2 responses »

  1. Wooowww kereeeen ceritanya, ditunggu kembali di kampung sampireun ya bu. Sekarang semua kamar sdh ada televisi loh hehehehe… jika memerlukan special rate atau bantuan apapun just call me ya bu *salam kenal Rina kampung sampireun

    • Terima kasih Mbak Rina udah mampir ke sini. Wah, asik udh ada tivi tiap kamarnya, jd gak ngitungin ikan mulu di kolam yaa, hihihi.
      Kampung Sampireun emg berkesan bgt, pasti bakal mampirin lagi dan lagi. Akan dikabarin klo udh nemu waktunya Mbak.
      Thanks for the hospitallity ya, keep up the great work 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s