Coba Resep Yuk: Tekwan

Standard

Sebagai catatan, saya bukanlah Foodblogger/chef sejati yang gemar posting soal jajanan ato resep kreasinya dilengkapi dengan foto yang menggiurkan, cuma kebetulan kalo saya lagi iseng bengong yang diutak utik ya gak jauh-jauh dari makanan😀

Seperti liburan Nyepi kemaren, gak ada angin gak ada ujan, mendadak saya niat bener masak Tekwan. Haiyaah!! *brb nilep timbangan*

Liat-liat isi freezer kulkas, ada sekilo udang yang masih aja membeku kedinginan setelah sebulan sebelomnya pindah rumah dari freezer Pak Gianto ke rumah saya. Lalu yang terbersit paling pertama di kepala saya adalah: Tekwan. Kenapa? Karena (menurut saya) paling gampang *ttsaaah!!! Sok bener yee*😀

Nah, untuk menemani si udang ini, saya harus ke pasar untuk belanja:

Ayam ½ kilo
Jamur kuping 1 bungkusan besar
Bakso ikan 20 butir
Bawang daun+seledri 2000rp
Bengkoang 3 buah
Cabe rawit 1000rp (ulek dengan sedikiiit bawang putih, untuk sambal terpisah)

Bumbu-bumbu lain tinggal ambil di rak bumbu yang Alhamdulillah masih ready stock😀

Bawang putih segerombolan (biarpun mahal ya bow, 30ribu aja per kilo sekarang *mw pengsan*)
Bawang bombay 1 buletan sedang
Garam, lada
Minyak wijen
Kecap ikan
Putih telur
Air es (pecahin es, simpan dalam wadah, taruh dalam kulkas bukan freezer/chiller, biarkan mencair)

Setelah teman-temannya lengkap, dimulailah perjuangan mendebarkan itu dari pertama yaitu membuat kaldu udang.

Tapiii, kalo liat di resep-resep soal tekwan, gak disebutin cara bikin kaldu udang, cuma ditulis di bagian bahan: kaldu udang 2 liter, gitu. Hmm…tricky.

Berbekal ilmu bikin kaldu udang tom yum goong, maka saya pun membuat kaldu udang dengan cara saya sendiri yaitu dengan mendidihkan air sepanci, ditambah dengan satu batang sereh yang udah digeprek dan seruas kecil jahe yang juga digeprek. Udang itu kan amis, nah, biar gak amis banget, sereh dan jahe jadi antidot-nya.
Setelah agak mendidih, masukkan kulit dan kepala udang (iya bener KULIT dan KEPALA udang, bukan dagingnya) yang sudah dicuci bersih sampai tidak lagi mengeluarkan busa (sekitar 2 – 3 kali cuci dibawah air mengalir deh), kecilin apinya, biarin aja sampe sari-sari udang diserap pelan-pelan oleh air. Aduk sesekali. Gak usah nambahin bumbu apapun disini ya.

Selain kaldu udang, dibutuhkan juga kaldu ayam, biar kuahnya melimpah dan tidak terlalu amis. Kalo bikin kaldu ayam, pasti deh pada jago. Oiya, fillet dulu sebagian daging ayamnya, semua juga gak apa sih, buat dijadiin bahan yang lain. Sisain tulang dan kulit untuk bikin kaldunya.
Didihkan air sepanci dengan api sedang, airnya jangan terlalu penuh, perkirakan ada sisa tempat untuk kaldu udangnya nanti. Setelah airnya hangat, masukkan tulang belulang ayam dan kulitnya. Didihkan. Nah, pada saat airnya menggolak pelan, nanti akan muncul buih-buih berbusa di bagian atas air, pastikan ini diangkat dan dibuang, biar kaldunya nanti jernih, gak terlalu berlemak. Lalu, tinggalin aja, biarkan mereka melakukan tugasnya masing-masing. They just know what they must do😀

Sambil nunggu kaldu udang dan kaldu ayamnya jadi, kita siapin bahan untuk membuat bola-bola tekwan yuk. Biasanya, bola-bola tekwan itu dibuat dari ikan tenggiri. Resep bola tekwan ini secara orisinalitas emang sederhana, hanya ikan tenggiri yang dihaluskan, putih telur, tepung sagu, garam dan air es lalu dicampur semua. Tapi, berhubung males beli ikan tenggiri (karna mahal :D), saya pun mengganti daging tenggiri dengan campuran fillet ayam tadi dan segenggam udang lalu semuanya dihaluskan. Dan untuk lebih memperkaya rasa, saya mencampurkan juga bawang putih parut, merica bubuk, kecap ikan dan minyak wijen kedalam putih telur, selain garam tentunya. Campurkan daging ayam dan udang kedalam campuran putih telur tadi, aduk sampai rata. Tambahkan beberapa sendok makan tepung sagu dan sedikit air es (2 sendok makan lah ya kurleb). Aduk hingga mencapai konsistensi yang pas, gak encer, gak keras juga. Oiya, tepungnya jangan kebanyakan, nanti keras kayak batu😀 Tambahkan cincangan tipis batang putih daun bawang, biar wangi. Istirahatkan dalam kulkas.

Kita kembali ke kaldu udang. Hmm, setelah wangi gurih udang menguar, matikan api dan angkat ampas kulit-kulit udang. Saring. Angkat juga sereh dan jahenya, karena tugas mulia mereka sudah selesai disitu😀
Begitu pun dengan kaldu ayamnya. Setelah wangii gurih, matikan api, biarkan tulang-tulang ayam itu mendekam dalam hangatnya kaldu, sebelum nanti dipotong-potong sesuai selera.

Masih ingat dengan bahan-bahan lainnya yang tersisa? Bengkoang, jamur kuping, bakso ikan, bawang daun seledri dan bawang bombai? Baiklah, mari kita olah bahan-bahan itu. Yang sudah jadi, biarkanlah menanti gilirannya lagi.

Kita mulai dari bengkoang. Kupas, lalu potong-potong panjang, tapi jangan terlalu tipis ya. Hal yang sama, lakukan juga pada bawang bombai. Untuk jamur kuping, karena dikemas dalam keadaan kering, pastikan direndam dalam air panas dulu, sebelum dipotong kecil-kecil ya.
Bakso ikannya, dipotong-potong setengah lingkaran, lalu digoreng dulu dengan sedikit minyak.
Sisihkan semua bahan isi teman si udang. Oiya, biar irit, boleh kok udangnya dipotong jadi dua, kalo udangnya jerbung ya, kalo udang peci mah jangan, ntar dikiranya pake rebon lagi😀

Eh lalu-lalu, jangan dilupain itu yang disimpen di kulkas tadi. Apa hayoo?? Iyaa!!! Adonan bola-bola tekwannya itu looh. Yaampun, what is tekwan without bola-bola tekwan tooh?? *lebaay*

Oke, first of all, didihkan air di panci yang cukup dalem. Ya gak perlu juga sih yang dalemnya 1 meter *lo kate kolam renang??*
Aduk adonan bola-bola tekwan yang tadi udah dikeluarin dari kulkas, untuk menghilangkan dinginnya.
Menggunakan 2 sendok kecil, bentuk adonan menjadi bola-bola, lalu cemplungin ke dalem panci berisi air yang sudah mendidih benar. Tetep dinyalain ya api kompornya. Oiya, apinya jangan kegedean ya, sedeng-sedeng aja. Bae-bae aernya bergolak klo apinya gede ntar.
Gimana tau bola-bola tekwannya sudah matang? Nah, kalo bola-bolanya sudah mengambang ke permukaan panci, itulah tandanya si bola-bola sudah matang. Segera angkat, sisihkan.
Lakukan ini terus sampai adonan tekwan abis, okaiy??

Itu semua baru bahan isi tekwan, lalu bumbunya apa?

Cukup bawang putih segenggaman tangan yang dicincang, bawang bombai, garam, lada, dan kecap ikan. Well, sebenarnya yang terakhiir itu sih gak pernah ada dalam resep tekwan manapun, cuma saya aja yang suka sok gaya berkreasi😀 but in the end, kuahnya jadi lebih kaya, sekaya richie rich hihi.

Mari kita mulai mengolah kaldu tekwan.

Pertama, panaskan sedikit margarin+minyak sayur, tumis cincangan bawang putih sampai harum, masukan bawang bombai, tumis sebentar, sampai si bawang bombai transparan. Lalu, tumislah isian tekwan, dimulai dari sisa udang utuh, jamur kuping, dan bengkoang. Tumisnya sebentar aja, cukup sampe bumbunya menyelimuti bahan isi, lalu matikan apinya. Setengah matang is veerryy good. Soalnya kan nanti dimasak lagi dalam rebusan kaldu.

Nah, sambil numis, campur kaldu udang ke dalam kaldu ayam, didihkan, lalu bumbui dengan garam, lada dan kecap ikan. Pastikan gurihnya pas sesuai selera ya.
Setelah mendidih, masukkan tumisan isi tadi. Aduk-aduk biar merata bumbunya. Setelah beberapa saat, icip lagi, supaya benar-benar pas. Setelah rasanya super okeh, masukin sisa isiannya: bola-bola tekwan, baso ikan, dan daun-daunan.
Didihkan lagi sebentar, lalu siap deh dihidangkan panas-panas dengan sambal cabe rawit. Hmmm…..
Psst, tekwan ini juga mantap dihidangkan dengan soun loh, *double hmmm*

Gimana? Gampang gak? Yang pasti, menyenangkan deh masaknya eh makannya kali yee😀
Since weekend is here, gak ada salahnya nyobain resep ini kan? Hopefully it helps.

Met nyoba yaa.
Cheers!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s