Mendadak Travelling – Solo : SPOT ON – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Standard

Aslinya boleh dari Solo, tapi secara jujur, saya belum pernah menjejakkan satu kaki pun di halaman Keraton Hadiningrat ini. Walau nyokap sering bilang, kalo dulu waktu masih piyik, suka mampir ke sini kalo ada acara-acara keratonan. Tapih ya maak, apa yang bisa diharapkan dari ingatan jaman piyik ya.
Makanya, agenda ke keraton ini jadi urutan nomer satu saat #mendadaktraveling ke Solo kemarin.

Ternyata eh ternyata, di Solo ini ada dua keraton yang menclok di tengah kota. Satunya berada di dekat Ngarsopuro, namanya Pura Mangkunegaran. Lalu yang satu lagi, deket Pasar Klewer, adalah Keraton Kasunanan Hadiningrat. Bedanya apa? Kok ada dua? Nah, berhubung saya bukan pendongeng sejarah yang baik (karena pasti jadi dongeng panjang beneran berepisode-episode), mending coba aja googling ato tanya ke Mas Wiki yaa😀
Sumami sih kemarin ngajakinnya ke Keraton Hadiningrat, yang katanya lebih gede dan lebih beken. Baiklah, saya ngikut aja deh.

So how’s the trip?

Pretty enjoyable sih untuk ukuran kluyuran di tengah siang bolong yang panasnya aji reek, sementlep beneer. Pertama-tama, beli tiket masuk dulu ya. Seinget saya sih harganya kurang lebih 10ribuan ya, lalu gak langsung masuk melalui pintu utama, tapi harus muter dulu ke belakang, melewati jalan beraspal yang berbatasan dengan komplek perumahan jadul. Nah, dari pintu belakang inilah kita memasuki areal keraton yang diperuntukkan untuk umum. Ada dua bagian, bagian jejeran museum dan yang kedua adalah bagian pendopo tengah keraton.

Perjalanan kami dimulai dari pendopo. Areal pendopo pun gak semuanya explore-able, banyak area-area yang dibatasi pakai rantei untuk mencegah pengunjung menjejakkan kaki disitu. Daan, untuk mendekati pendopo, kita harus copot sepatu, nyeker, nyeberangin halaman berpasir yang sumpah deh, walau dinaungi banyak poon, tapi suhu pasir di bawah terik matahari itu memang paaas bener buat ngobatin masuk angin yaa… Pasir hitam di pekarangan pendopo ini, konon katanya pasir yang langsung diboyong dari pantai selatan. Hmm, gak jauh-jauh yaa….😀

Oiya, di dekat pendopo, ada menara tinggi didominasi warna biru muda (well, keraton solo itu memang dominasi warnanya biru muda sih emang), yang menurut cerita adalah tempat bertapa cuma saya gak tau Pakubuwono ke berapa yang tapa di situ😀

Nah, pendopo disitu emang bukan pendopo aktif, pas kita kesana, cuman ada beberapa abdi dalem yang lagi latian gamelanan. Gak tau memang jadwal latian, atau emang klo ada tamu dateng mereka maen, saya juga gak tau sih.

Lalu kami melanjutkan jalan-jalan ke museum. Sebenarnya sih, mungkin dulunya ini adalah kamar-kamar penghuni keraton yang berjejer membentuk lingkaran yang mengelilingi sebuah taman di tengah dengan patung malaikat perempuan bergaya eropppah. Oiya, patung-patung bergaya eropah ini banyak juga bertengger di sekeliling pendopo tengah tadi. Hmm, what’s with the statue ya? Obsesi kali ye hihi. Agak rancu, ini kita di Yunani apa di Solo yee,😀
Isi kamar-kamar museum ini banyak macamnya. Ada kamar untuk menyimpan foto silsilah kesunanan, ada lagi kamar yang isinya alat-alat rumah tangga di Solo pada jaman entah kapan itu, ada kamar yang isinya alat angkut/tandu untuk membawa anggota kesunanan travelling pada jamannya, daaan yang pasti kamar berisi kereta kuda kencana, dari yang masih bagus sampai yang udah bobrok kondisinya.

Emang sih, paling enak kalo keliling-keliling situs bersejarah seperti keraton begini, paling enak kalau ditemani oleh guide yang akan menjelaskan lebih dalam lagi mengenai sejarahnya, cuman kebetulan, kemarin kami hanya berniat untuk luncat-luncat saja di tempat ini, jadi yah, cukuplah untuk menjadi bukti bahwa saya sudah ke Solo😀

Oiya, di Solo ini, juga terkenal sama kerbau albinonya, yang dibilang katanya turunan Kyai Slamet, kami justru liat penghuni langka keraton ini pas pulang dari beli serabi, hihi. Lucu deh, warnanya putih ke-pinky-pinky-an, lagi sibuk nyemilin rumput di kandangnya di alun-alun kidul.

And bellow are some credits to the keraton tour:

pintu depan keraton

pintu depan keraton

patung-patung perempuan bergaya eropah di pendopo tengah

patung-patung bergaya eropah di pendopo tengah

suka deh sama jalan setapak yang dipagari poon-poon ini. misterius :D

suka deh sama jalan setapak yang dipagari poon-poon ini. misterius😀

dilatarbelakangi para abdi dalem yang lagi latian gamelanan.

dilatarbelakangi para abdi dalem yang lagi latian gamelanan.

menara penuh misteri :D

menara penuh misteri😀

another mysteri: knp lampunya hrs dibungkus kain warna kuning??:D

another mysteri: knp lampunya hrs dibungkus kain warna kuning??😀

kamar kereta kuda :D

kamar kereta kuda😀

must have item klo pny rumah sendiri :D

must have item klo pny rumah sendiri😀

and here she is, standing alone with a deeply sad look. a silent witness thru the years

and here she is, standing alone with a deeply sad look. a silent witness thruout the years

_______________________

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s