Mendadak Travelling – Solo : qulinary walk pt. 3

Standard

KUPAT TAHU DAN SATE KERE

Saya kenal menu kupat tahu ini sebenarnya justru malah di rumah sendiri, karena kebetulan nyokap sering menyempatkan untuk memasak menu ini di weekend saat semua anaknya ngumpul. Apa sih sebenernya kupat tahu itu? Jadi, pada dasarnya, kupat tahu ini adalah kupat, ditemani tahu pong putih yang dipotong kecil-kecil lalu digoreng, tempe goreng kecil-kecil, bakwan yang dirobek-robek, sayatan tipis kol, tomat, timun, dan tauge rebus lalu disiram dengan kuah kecap yang manis pedas segar. Tak lupa, taburi dengan cincangan seledri. Rasanya? ENYAAAK to the max. gurih segar pedas. Kuah yang dibuat oleh nyokap memang sengaja dibuat menyerupai kuah pempek, jadi lebih nendang rasa pedas, asam dan bawang putihnya.

Naah, saat iseng CFD di Solo, saya berkesempatan nyicipin kupat tahu yang asli buatan wong solo. Letaknya di ujung jalan Ngarsopuro. Bukan warung beken sih, hanya PKL yang kebetulan mangkal di halte situ, barengan dengan aneka jajanan lain seperti bubur ayam, sate kere, dan tukang minuman.

Kami memesan kupat tahu dan 5 tusuk sate kere disitu.
Tak lama, datang kupat tahu duluan. Masih kemepul panas. Jadi, tahu pong putih kecil-kecil itu baru digoreng setelah ada pemesan. Uwow, hebat juga si Pak-e. Isinya sama seperti yang biasa nyokap buat, hanya saja, sayurannya tidak sekumplit buatan nyokap dan setelah dikuahi, kupat ini masih pula dikucuri kecap, lalu ditaburi kacang tanah goreng.

kupat tahu solo

kupat tahu solo

Rasanya? Segeeerr… Apalagi setelah 1 jam lebih jalan kaki menyusuri Slamet Riyadi. Pilihan sarapan yang tepat! Kuahnya manis manis pedas, karena saya minta cabe rawitnya 2 butir saja. Mungkin lain kali, boleh lebih dari 2😀 Cuma memang rasa manisnya lebih kental terasa dibanding buatan nyokap. Secara saya bukan wong Jowo tulen dan bukan pecinta kecap diseluruh masakan, maka tentu saya lebih memilih kupat tahu buatan nyokap untuk diacungin jempol😀

Bagaimana dengan sate kerenya? Sate kere itu sebenarnya terbuat dari tempe gembos yang dibacem lalu ditusuk-tusuk, kemudian dibakar dan disiram sambal kacang yang legit. Selain tempe gembos, ada juga sate kulit sapi. Kalo yang ini, diungkep bumbu kuning, dengan potongan daun jeruk. Sama seperti tempe gembos, sate kulit ini juga dibakar, lalu disiram sambal kacang. Jadi kenyil-kenyil gurih bercampur legitnya sambal kacang. Lumayan sebagai cemilan iseng.

sate kere & sate kikil

sate kere & sate kikil

Rasa sate tempe gembosnya, ya menurut saya sih, sebagaimana tempe bacem pada umumnya, hanya tekstur tempenya kapes-kapes kayak busa. Lumayan enak. Cuma paduan antara manis bacem dan sambel kacang itu memang menimbulkan rasa enek kalo kebanyakan ya. Maklumlah, kan tadi saya udah bilang, kalau saya bukan wong Jowo tulen😀

Tapi saya terpuaskan juga mencicipi kupat tahu dan sate kere ini. Setidaknya, icon kuliner Solo yang selalu ada di tiap pinggir jalan itu, sudah tercicipilah yaa😀

 
TIMLO SASTRO

Timlo yang satu ini, letaknya di belakang pasar gede ato biasa disebutnya Balong. Saya emang sengaja nyetel acara nyicip Timlo ini setelah dari Orion, karena jaraknya cukup dekat. Naik becak, baru duduk ngegeleser dua belokan, nyampe deh. Warung ini menempati pojokan jalan dan ditandai dengan spanduk bertuliskan “Timlo Sastro” besar-besar.
Saat kami tiba disitu, belum juga jam 12 siang, tapi udah penuh sama yang makan. Dari raut wajah mereka sih, sepertinya memuaskan sekali masakan disini. Jadi gak sabar mencoba.

Saya pesankan suami timlo komplit sementara saya memilih yang ati ampela. Dua-duanya dengan sajian nasi terpisah. Bisa juga Timlo ini disajikan langsung dicampur nasi dalam satu mangkuk. Harganya tentu lebih murah.

Saat timlonya datang, saya tercenung sejenak. Banyak ya. Satu mangkuk bisa untuk dihabiskan berdua loh. Nasinya sih standard ukurannya. Nah, yang berbeda dengan timlo lain, di timlo sastro ini isiannya tidak dipakaikan wortel, jamur atau sedap malem, hanya kuah kaldu dengan ayam, ati ampela dan sosis solo yang dipotong-potong. Kalau komplit ditambah dengan telur pindang. Kuahnya juga tidak dihiasi dengan percikan kecap asin. Polos kuah soto saja. Gurih sedep. Saya suka dengan sosis solonya. Gak ada isinya sih, tapi enak aja direndem-rendem kuah gitu😀
Kalau mau sengatan pedas sedikit, boleh ditambahkan sambal. Nah, sambalnya disini itu sambal kecap. Lucu ya? Bentukan timlo yang baru.

timlo komplit (ada telur pindangnya)

timlo komplit (ada telur pindangnya)

timlo ati ampla polos orisinil (gak pake sambel kecapnya) :D

timlo ati ampla polos orisinil (gak pake sambel kecapnya)😀

Menunya sederhana. Tempatnya sederhana. Lokasinya di pasar. Tapi yang mau makan disini itu ngantri seperti ngantri beli sembako. Selalu penuh, keluar masuk pengunjung.

Kenikmatan yang muncul dari sebentuk kesederhanaan ya😀

___________________

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s