Jalan-jalan Kuliner Bali Pt. 6: Tersengat dashyatnya Ayam Betutu Khas Gilimanuk

Standard

Nah, satu lagi masakan khas Bali yang haram hukumnya untuk dilewatkan adalah AYAM BETUTU. Ada banyak jenisnya, dan banyak restoran yang menyajikannya, tapi yang pertama kali saya coba adalah yang Khas Gilimanuk dengan maskot lawak wayang Bali ini. Eh, gak tau sih wayang ato bukan, pokoknya semacam wayang orang gitu yang didandanin aneh banget deh.

Dulu, saya mencobanya di daerah Denpasar, diajak sama sahabat saya, tapi berhubung malas ke tengah kota, tadinya saya mau ajak suami mencoba Ayam Betutu Khas Gilimanuk ini yang di cabang Tuban. Eh kok yao ndilalah, ternyata di By Pass Ngurah Rai Nusa Dua pun ada cabangnya, dekat dengan kawasan hotel. Ini juga kita dapati dengan tidak sengaja, saat kami tengah jalan sore menyusuri By Pass. Ya sudah kami pun putar arah, tak perlulah ke Tuban, karena saya yakin cabang Tuban pasti penuhnya seperti antri sembako, maklum dekat dengan bandara juga kan?

Sebenarnya, kami sampai di restoran ini sekitar pukul 18.00 WITA, masih kesorean untuk makan malam bukan? Pikir kami, kalau sampai di restorannya semakin sore, tentunya menu masih lengkap. Namun apa tanggapan pelayan restoran saat kami memesan bebek betutu? Jawabnya, “wah, maap mba, kalo bebek dan menu lain sudah habis dari jam 2 siang, jadi menu yang ada ya tinggal ayam betutu saja.”

Waaakk waaaaanggg…..

Agak menyesal sebenarnya, karena saya ingin suami juga mencoba menu ares bebek yang unik di restoran ini. Tapi untuk melajukan kendaraan ke arah Tuban yang artinya bermacet-macetan ria, kami sudah keburu merasa malas. Apalagi langit Bali mulai direcoki oleh awan hitam yang artinya sebentar lagi akan hujan badai.

Alhasil, mau tak mau, kami hanya memesan ½ ekor ayam betutu kuah. Tidak memesan 1 ekor karena takut mubazir.

buku menu ayam betutu gilimanuk (bukan hasil jepretan pribadi😀 )

Tak lama, hidangan yang kami pesan datang. Tidak hanya satu piring lonjong besar isi ½ ekor ayam betutu yang berendam dalam kuah kuning berempahnya, tapi juga piring-piring kecil berisi: plecing kangkung, kacang tanah goreng, dan sambal matah. Porsi nasinya? Kuli banget deh! Dijamin tidak akan kelaperan sampe besok, hehe. Eh, ayamnya juga masih panas! Bagus. Biarpun yang tersisa hanya menu tunggal, tapi ternyata restoran ini tidak seenaknya saja menyajikan ayam yang sudah dingin.

ayam betutu (kuah) gilimanuk (foto ini bukan pesanan kami😀 )

Saya menanti reaksi suami saat melahap suapan pertama ayam betutu itu, dan saya puas sekali dengan komentarnya, “wah! Mantaaap!! Mantap banar!!” ujarnya berulang kali. Apalagi saat dicocol sambal matahnya, wedeeeww.

Memang harus diakui, bumbu betutunya benar-benar Maknyus. Mlekoh. Meresap sempurna ke dalam daging ayamnya yang tidak kematangan. Racikan rempah-rempahnya pun terasa medok menyelimuti. Enak sekali menyesap kuahnya, pedas, gurih, harum, langsung menempel kuat di lidah.

Pesan saya, jangan pernah melewatkan sambal matah yang tersedia sebagai pelengkapnya. Asli nonjok abis! Paduan bumbu betutu dengan segarnya cincangan bawang merah dan cabe rawit oranye yang disiram minyak panas itu benar-benar makin membuat lidah berdansa riang gembira.

Sayang sekali, kami harus melewatkan menu unik ares bebek, yaitu sayuran dari batang pisang yang dicampur dengan kaldu dan daging bebek, kadang cekernya juga. Rasanya unik, gurih tidak pedas, dan kres kres batang pisang mudanya itu seger.

Tak apalah, nanti saya akan ajak suami makan Ayam Betutu Khas Gilimanuk yang super lengkap di cabangnya di Rawamangun Jakarta sajalah (sederetan dengan Pasar Swalayan Tip Top), semoga rasanya tetap otentik dan harganya pun bersahabat seperti di Bali ini.

Berapa total yang harus kami keluarkan untuk ½ ekor ayam betutu kuah dan pernak-perniknya, 2 nasi putih, es teh tawar dan es teh manis? Cukup Rp50.000,00 saja. Murah kan? Jangan ditanya bagaimana puas dan kenyangnya kami, karena sepanjang jalan, kami berdua sibuk memuji rasa ayam betutu tadi. Benar kata suami saya, kalau rasanya lengket di lidah bahkan sampai lewat sekian jam dari waktu makan kami itu. Hebaaat.

 

note: lagi-lagi saya kelupaan mengabadikan pesanan kami, saking rakusnya😀 alhasil, minta ke Pak Google, tapi mohon maaf, saya juga lupa, foto-fotonya dari situs apa saya ambilnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s