Jalan-jalan Kuliner Bali Pt. 5: Mencicipi Ikan Kurisi & Kerang Putih Bakar Rumahan di Warung Mami Jimbaran

Standard

Seharusnya, kami menikmati ikan bakar ini dalam perjalanan pulang dari Uluwatu menuju kawasan Nusa Dua, tempat hotel kami berada, namun apa daya, akibat kesialan yang menimpa dan membuat kami terpaksa menghabiskan setengah hari di kantor sebuah armada taksi nasional terkemuka, maka perjalanan ke Uluwatu pun dikandaskan. Tapi, saya bersikukuh pada suami untuk tetap berlabuh ke warung makan yang satu ini. Pas dengan waktu makan siang juga.

Saya mendapatkan referensi makan ikan bakar di warung ini dari artikel detikfood yang dituliskan oleh Pak Bondan yang melegenda itu. Iseng-iseng, saya tunjukkan referensi itu ke suami dan tanpa berpikir dua kali, langsung mengiyakan.

Mencari lokasi warung ini ternyata gak susah kok. Patokannya adalah Museum Jenggala. Kalau dari perempatan McDonalds Jimbaran dari arah Denpasar, maka berbeloklah sebelum McDonalds. Terus saja sampai bertemu Museum Jenggala di sebelah kanan, sekitar 300an meter dari museum tersebut, ada warung kecil di sebelah kanan yang selalu mengebulkan asap, nah di situlah Warung Mami berada. Kalau sudah bertemu simpangan, pasti keterusan, karena letak warung itu sebelum simpangan. Memang agak saru, karena warungnya kecil, dan tandanya pun tidak mencolok mata.

Sampai di warung makan kecil itu, yang jadi kesulitan adalah lahan parkir. Beruntungnya kami sampai saat warung masih agak sepi, sehingga kami dipersilakan untuk parkir di bagian belakang warung. Warungnya sederhanaaaaa sekali. Hanya ada 3 meja panjang besar dengan jejeran kursi disitu. Saat  kami datang sudah ada satu grup sekitar 6 orang yang tengah menanti hasil pembakaran ikan.

Menilik-nilik isi cooler box, ada 3 cooler box yang isi ikan, kerang dan udang. Saya pun memilih-milih ikan yang tersedia. Berdasarkan referensi mbaknya, ikan kurisi yang paling enak karena lembut dagingnya dibanding kakap dan satu lagi saya lupa ikan apa namanya yang agak monyong mulutnya itu. Akhirnya pilihan jatuh ke ikan kurisi dan kerang putih bakar. Mau pesen udang, takut tidak habis saking porsi ikannya cukup besar untuk dihabiskan berdua. Kurang lebih sekitar setengah kiloan.

Yang cukup bikin sedikit membosankan adalah bagian menunggu ikan selesai dibakar. Setengah jam sendiri bow!!! Dan berhubung tempatnya kecil dan sempit, jadilah rasa panas membakar jiwa ini, apalagi mood masih cukup buruk akibat kesialan yang kami alami pagi tadi. Kami pun mengisi waktu dengan memperhatikan keluarga Pak Putu menyiapkan pesanan tamu karena dapurnya sistem terbuka menjadi satu dengan ruang makannya, sehingga kita bisa melihat proses pembersihan dan pembakaran ikan langsung di depan muka. Sekaligus spa gratis dengan aroma seafood, hehe.

Sayangnya lagi, warung kecil ini tidak dilengkapi fasilitas televisi untuk mengisi waktu luang menunggu, jadi semakin begok mantengin mobil yang seliweran di jalan raya.

Setengah jam berlalu, dan seporsi ikan kurisi bakar pun akhirnya tersaji di meja, bersama seporsi kerang putih bakar, seperangkat sayur plecing kangkung dan acar timun+tomat, sepiring mungil jeruk nipis dan garam, 3 (tiga) jenis sambal (matah, kecap, ulek), dan yang unik adalah sepiring kecil bawang putih goreng garing. Aih mak jaaan, banyak kali pelengkapnya ya?

set makan siang di warung mami jimbaran. pilihan condiment-nya benar-benar menajamkan rasa: sambal kecap, sambal terasi, sambal matah, bawang putih goreng dan acar tomat-timun

Yang pertama kali menggoda iman kami adalah kerang putih yang dibakar dengan bumbu base genep andalan warung ini. Waah, saat dipindahkan ke piring saji di meja kami, isi kerang itu masih meletup-letup mendidih, hingga kami harus menunggu sekian detik sebelum memindahkannya ke mulut. Dan saat meluncur ke dalam lidah… alamaaak!!! Mantap banaaar!! Apalagi setelah dikucuri jeruk nipis, makin segaaar sekali.

kerang putih bakar

Ikan kurisi yang direferensikan disini, ternyata memang benar lembut sekali dan agak manis. Tandanya ikan masih segar. Untuk bumbunya, gak usah ragu, karena bumbunya cukup meresap kedalam daging tanpa mengambil alih rasa dagingnya. Apalagi dipadukan dengan sambal matah dan bawang putih gorengnya, weleh weleh, saya makan tak peduli sekitar deh.

ikan kurisi bakar

Yang saya suka disini adalah keberadaan jeruk nipis dan acar tomat-timun yang membantu menangkal kekenyangan saya dalam menghabiskan menu makan siang kami. Acar tomat-timunnya sederhana sekali, potongan tomat dan timun dikucuri jeruk nipis ditaburi sedikit garam dan merica. Segar-segar gurih nikmat gitu deh.

Memang sih, saya belum pernah mencoba menu seafood di pinggir pantai Jimbaran yang happening itu, tapi kalau mencari ikan yang segar dan langsung bakar di depan mata, mungkin saya akan lebih memilih untuk menikmatinya di Warung Mami saja. Tak apalah tidak dipinggir pantai dan harus menunggu 30 menit untuk sebuah kenikmatan rasa.

Oiya, berapa yang harus saya bayar untuk ikan kurisi bakar (1/2kg), kerang putih (14 biji), nasi (2 porsi) dan 3 botol teh adalah Rp90.000,00, hmm…. Cukup murah tak? Yang pasti, warung ini “punya rasa”!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s