Merayakan 1st Anniversary dengan Jalan-jalan Kuliner di Bali

Standard

Jadi, ceritanya 13 maret 2012 kemarin, pernikahan kami genap 1 tahun! Yeay!! Dan sejak setaun sebelumnya, kami sudah merencanakan untuk merayakan anniversary kami di Bali. Pesta? Dugem? Nginep di vila mewah? Paket honeymoon super yahud? Oo, enggak, kami memilih ke Bali sebenarnya dengan tujuan…. Wisata kuliner. Hihihi. Dipilih Bali, karena: 1. Dapet tiket muraah bgt 600ribu PP berdua sudah termasuk bagasi untuk pulang dari maskapai penerbangan yang bertagline ‘best low cost airline’ itu, 2. Di Bali itu wisatanya kombo, wisata pegunungan ada, wisata laut juga ada, dan yang ke-3… It’s a number one honeymoon destination anyway.

Oke, 5 hari 4 malam dari tanggal 11 Maret 2012 hingga 15 Maret 2012 akhirnya resmi ter-booking oleh kami. Sempat hampir tidak jadi (seperti nasib perjalanan Yogya kami) gara-gara hutang cuti suami yang menyebabkan pemasukan berkurang cukup banyak, tapi Alhamdulillah, rejeki mah gak kemana ya? Sabetan suami ternyata cukup untung menyokong biaya perjalanan kami *ketjoep ketjoep suami*

Untuk menghemat dana, kami pun membagi akomodasi menjadi 3 tipe: tipe hotel bekpeker, tipe hotel bintang tiga, dan tipe hotel bintang empat, dengan lokasi Seminyak, Ubud dan Nusa Dua. Untuk 4 malam dengan 3 tipe itu, kami mengalokasikan dana sekitar Rp2juta. Lalu dimana sajakah hotelnya? Untuk malam pertama dan kedua, kami menginap di Tune Hotel Seminyak, dan beruntungnya kami, saat itu sedang ada promosi, sehingga untuk 2 malam, kami hanya menghabiskan kurang dari Rp400ribu saja (sudah dengan AC 24 jam). Murah yaa?? Lalu malam berikutnya, yang notabene adalah malam anniversary (cihuy), setelah brosing sana sini, akhirnya kami memutuskan untuk booking di Courtyard by Marriott di Nusa Dua. Awalnya agak bimbang dengan harga yang relatif sama, dan lokasi yang berdekatan, antara Novotel Nusa Dua dan Courtyard, namun akhirnya memilih hotel kedua dengan pertimbangan, hotelnya relatif baru (diresmikan bulan Februari 2011), pastinya seluruh fasilitas juga masih kinclong. Malam terakhir kami memilih lokasi di Ubud. Karena tergiur galeri foto yang ditampilkan di situsnya, kami pun memilih hotel Rijasa Agung yang terletak di daerah Payangan, Ubud.

Baiklah, bagaimana dengan transportasi selama di Bali? Suami dengan semangat ’45-nya bersikukuh untuk menyetir sendiri mobil sewaan selama di Bali. Kami memilih Karimun Estillo dengan pertimbangan tahun yang masih baru, 2010, sehingga tidak akan rewel jika dibawa sampai ke Besakih.

Lalu bagaimana dengan referensi kuliner? Ooh, itulah gunanya Paman Google. Setelah brosing sana sini, saya pun akhirnya mendapat sekian puluh referensi tempat makan yang “punya rasa” di Bali, namun tentunya, dengan plang wajib “HALAL”. Untuk sementara, kunjungan kami untuk jalan-jalan kuliner di Bali, masih berdasarkan referensi dari orang lain, belum dalam tahap ‘pencarian independent’. Maklum, masih dalam tahap ‘ belajar jalan’ di Bali juga, hihi.

Jadi, bagaimana kisah Jalan-jalan kuliner kami di Bali? Ikuti kisah selanjutnya yaaa ^_____^

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s